Wednesday, 6 May 2009

This Is My Creation Poem

Keinginan Hatiku



Karang Terbelah oleh deras ombak yang besar
Petir menyambar dan membakar apa yang di kenai
Hujan membasahi pepohonan dan tumbuhan yang lain
Matahri memanaskan bumi dan memberi kehidupan bagi yang membuatuhkanya


Tapi kenapa diriku tak bisa seperti mereka yang terus mengerjakan tugasnya
Jiwa dan hati ini tak bisa mengerjakan apa yang ku tuju
Perasaan ini yang tak pernah terbalaskan pun masih mencekam dalam diriku
Ku ingin mendapatkan balas Atas semua perasaan ini


Jauh terasa apa yang akan ku kejar itu bagai tanah dengan langit
Ku terbingung ku tak tau harus berbuat apa lagi
Kadang ku berfikir buat apa di cintai kalau tak bisa mencintai dan memliki
Hingga akhirnya ku bisa meremukan hati ini tuk lupakan dia



Datang perasaan baru yang sama dan besar
Terjadi lagi hal yang sama
Ku tak bisa melakukan apa yang ku inginkan
Hampa terasa hidup ini,seperti tak ada daya lagi


Ku coba tuk bisa memperjuangkanya lagi
Entah kenapa hatiku menolak untuk terus berjuang dan memilih untuk berdiam diri
Ingin ku buang perasaan yang baru ini jauh di dasar laut
Tapi apa daya ku sudah tak mampu lagi…


Ku hanya inginkan jawaban dari hati kecilku ini
Tentang Perasaan ini yang terus dan terus membesar
Harapan tinggalah harapan semua itu sudah tak berarti
Dan ku hanya bisa berdiam diri menahan kejolak hati ini


Untuk nya yang terbaik
Semoga kau bahagia bersama dirinya
Ku disini Cuma bisa mendoakan agar kalian terus memjadi Satu
Hingga saat nanti Bahagia bersamanya




Jawaban Yang Dinanti




Pikiranku terus berputar memikirkanya
Terasa bagai pusaran air
Tanpa henti selalu berulang-ulang
Tidak untuk hati ini


Mungkin orang berfikir ku bagai orang gila
Yang tak berfikir akan kendala yang akan terjadi
Ini lah hidup kadang menginginkan sesuatu
Tak semua bisa terwujudkan


Hingga suatu malam yang sunyi
Terdengar hembusan angin dingin
Seolah-olah berbisik pada ku
Berbalik dan lanjutkan perjalananmu


Ku coba tuk resapi
Makna kata tersebut tak ku dapat apapun
Lama,detik demi detik terlalui
Akhir yang kudapat jawabnya


Tertuntunku ke arah itu
Kulakakukan yang tersirat pada kata itu
Kutemukan hal yang tak kusangka
Itu lah akhir dari perjalanan ini


Berakhir pada taman yang indah
Kegembiraan dan kesenagan terdapat di situ
Kebahagiaan tiada tara terselip disitu
Tiada akhir dan tiada batas


Bersama sama dengan itu
Kudapatkan seorang yang sepenuh hati
Menanti tiada henti
Diriku ini tuk bersamanya…



Perempuan yang telah lama di nanti





Lintang Terang Benderang
Hias Malam Yang Gelap
Sinarnya terasa damai
Tak ada satu pun menghalangi

Bintang-bintang pun hias malam
Menjadi satu Membentuk rasi
Tiada beban
Hanya punya satu tujuan

Jiwa ini terasa kalam
Hanyut kedalam kegelapan
Dalam dan perih
Bagai masuk ke dalam jurang

Kau bagai penerangku
Penuntunku tuk lewati semua
Memberi cahaya
Dan Tentu ya Petunjuk

Kemana Pergi ya engkau
Ku tak dapat melihat
Hanya ada satu jalan
Kau harus dekati ku

Saat Ada seorang datang
Memegangku erat
Menuntunku
Menempatkanku ke tujuanku

Itulah pasti dirimu
Yang ku nanti
Yang ku cinta,Ku kasih
Dan ku sayangi

Untuk dirinya
Semoga kau mengerti
Akan Isi hati ini
Yang telah lama menunggumu



Penantian tiada henti





Siang dan Malam telah ku lalui
Terbit hingga turunya pun telah ku lalui
Kecil,Muda,tua pun telah kulalui
Semua terasa bosan

Jiwa yang kekar ini pun hilang
Berganti dengan kelelahan
Rambut hitam pun
Kini telah menjadi putih

Badan gemuk
Menjadi kurus kering
Akan kah semua ini
Bisa tuk terbalas

Penantian ini
Bagai tak ada habisnya
Tiada akhir
Hingga saat ini

Tumbuh-tumbuhan
Matahari,Bulan
Bahkan hewan pun
Merasa jenuh akan hal ini

Mereka terus berkata padaku
Bahkan Alam semesta ini
Air,api,angin
Selalu bergemurung

Terkesima ku lihat
Seorang yang telah lama ku tunggu
Jiwa ini terasa terbang melayang
Jantung ini terasa berdetak lebih kencang

Anggun,cantik,baik,ramah
Itulah dirimu
Semoga yang kurasa itu benar
Andai tidak berarti kau bukan yang kunanti




ISI Hati-NYA





Aungan srigala Terdengar
Pecah sunyi nya malam
Getar itulah yang kurasa
Bercampur dengan ketakutan tiada tara

Daku termenung
Pikiran terbang melayang
Bagai elang
Tiada henti dan tak terhentikan

Insiden lah membuatku begitu
Trus bayang-bayangi diri ini
Bagai bayangan diriku
Mengikuti sampai kemana pun

Kapan ini berakhir
Rasa penasaran
Bersemayam dalam pikiranku
Tiada lain selain itu

Sejak ku kenal dirinya
Hati,jiwa,pikiran ini
Perasaan pun sama
Selalu ada-NYA

Ingin ku
Lihat paras wajahmu
Keramaah hatimu
Dan tak kalah dengan senyumu

Ingin kungkap isi hati
Keluar Bagi asap
Kenapa masih ada rasa takut
Takut tak tuk mengungkapkan tapi…

Benar Tidaknya
Sifat dirinya
Itulah yang buatku
Termenung-menung tiada henti